Selasa Ini, Rupiah Dalam Tren Positif dan Harga Emas Menurun

Mata uang Indonesia yakni Rupiah, saat ini masih dalam tren yang sangat positif terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang bersumber dari Bloomberg, di pasar spot rupiah menguat sebesar 0,33 persen atau Rp 12.998 per dollar AS, dimana sebelumnya sebesar Rp 13.041 per dollar AS pada pukul 10.08 Waktu Indonesia bagian Barat (WIB).  Senada dengan data yang mengacu pada kurs JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar), bahwa rupiah kembali menguat sebesar 0,37% atau sebesar Rp 13.027 per dollar AS, dari sebelumnya yang menyentuh angka Rp 13.076 per dollar Amerika Serikat. Ini menandakan bahwa rupiah mempertahankan level terkuatnya di tahun ini.

Rupiah

Josua Pardede selaku Ekonom Bank Permata, mengatakan bahwa faktor rupiah kembali menguat lantaran beberapa sentimen positif yang berasal dari dalam negeri. Laju rupiah ini juga terdorong dengan adanya penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), dan juga adanya program tax amnesty, sehingga juga turut dalam menambah pemasukan anggaran negara.

Grafik Keuangan

Josua juga menuturkan bahwa pasar pada pekan ini akan menunggu sejumlah pernyataan dari beberapa bank sentral global, yang dimana pernyataan tersebut dapat menggoyang mata uang Indonesia. Dijadwalkan nanti pada hari Rabu tanggal 28 September 2016, Janet Yellen selaku Ketua Dewan Gubernur The Fed akan berpidato di Washington DC. Sehari selanjutnya, giliran Gubernur bank sentral Jepang (BOJ) yang juga dijadwalkan pada hari Kamis, 29 September 2016 akan memberikan pernyataan di hadapan para peserta National Securities Industry Convention, bertempat di Ibukota Jepang, yakni Tokyo.

Bank Indonesia

Senada dengan Josua, Analis Monex Investindo Futures Yulia Safrina berpendapat bahwa rupiah memiliki potensi untuk kembali menguat, lantaran suku bunga bank sentral AS Federal Reserve tertahan di level terendah. Walau demikian masih banyak pihak yang memperkirakan bahwa suku bunga nantinya akan mengalami kenaikan pada bulan November tahun ini. Selain itu, pergerakan rupiah juga masih menunggu dari data penyebaran uang yang rencananya akan dikeluarkan oleh pihak BI pada hari Jumat mendatang. Jika nantinya data tersebut baik, maka laju rupiah juga akan semakin melesat tinggi. Tak hanya data tersebut saja yang dapat mempengaruhi laju rupiah, melainkan juga data dari penjualan rumah baru di Amerika Serikat juga dapat ikut mempengaruhinya.

Emas

Disisi lain, harga sebatang emas yang bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dikutip dari situs Logam Mulia, bahwa pecahan satu gram emas Antam dihargai Rp 606.000. Angka tersebut turun sebesar Rp 1.000. Sementara itu, rata-rata harga 1 gram emas dihargai sebesar Rp 566.600 per gram, ini untuk pecahan 500 gram emas. Sedangkan untuk harga buyback atau pembelian kembali, emas Antam tak mengalami kenaikan maupun penurunan, masih sama seperti hari sebelumnya. Adapun harga buyback emas Antam pada hari Selasa tanggal 27 September 2016 ini, yakni berada di sekitaran harga Rp 554.000 per gram.

Comments Off on Selasa Ini, Rupiah Dalam Tren Positif dan Harga Emas Menurun

Filed under Investasi

Comments are closed.