Permintaan Ruang Kantor Di Jakarta Mengalami Penurunan

Penjualan properti di Jakarta saat ini, atau tepatnya pada kuartal III tahun ini masih terbayang-bayang akan pasokan properti yang masih melimpah. Kelebihan pasokan properti tersebut tak diiringi dengan permintaan, yang dimana justru mengalami penurunan. Adapun sebab dari penurunan permintaan properti lantaran belum membaiknya perekonomian nasional. Direktur Riset Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan bahwa hal tersebut dapat memicu terjadinya posisi tawar yang terbilang cukup tinggi. Sehingga dengan begitu, akan terjadi koreksi akan harga jual.

dki jakarta

Ferry menambahkan jika memang hingga kini masih transaksi pada penjualan strata title office masih belum banyak terjadi. Akan tetapi, harga perkantoran yang tengah mengalami penurunan pada tingkatan ini, belum terkoreksi. Namun, dari tahun 2014 lalu hingga kini, penurunan okupansi pasar perkantoran mencapai angka sebesar 10 persen. Dimana pada tahun 2014 lalu, okupansi perkantoran mencapai angka sebesar 95 persen. Sedangkan pada kuartal III 2016 ini, perkantoran hanya memiliki okupansi sebesar 85 persen saja. Itupun juga karena kontribusi dari perkantoran yang letaknya di kawasan CBD (central bussiness district).

kantor

Direktur Riset Colliers Indonesia tersebut memperkirakan bahwa okupansi akan terus mengalami penurunan hingga mencapai angka 80 persen pada tahun 2019 mendatang. Hal ini dikarenakan masih banyaknya proyek perkantoran yang akan diluncurkan hingga 3 tahun mendatang. Dengan begitu, persediaan perkantoran yang terbilang tinggi, tak dibarengi dengan permintaan akan area perkantoran.

Sementara itu, Sigrid Zialcita selaku Managing Director Research Cushman & Wakefield Asia Pacific, menyatakan bahwa dibandingkan pada tahun sebelumnya, tingkat sewa perkantoran di kawasan Ibukota Jakarta rata-rata akan mengalami penurunan. Diprediksi penurunan tersebut akan tetap terjadi hingga di tahun 2017 mendatang. Kota Metropolitan ini mengalami penurunan rental tahunan terbesar pada tahun ini, yakni mencapai angka 19 persen, dan diikuti oleh negara Singapura yang juga mengalami penurunan sebesar 10,4 persen.

pembangunan kantor

Sigrid menuturkan jika penurunan tingkat sewa perkantoran ini tak hanya terjadi pada tahun 2016 ini saja, melainkan di tahun-tahun kedepan. Hal ini disebabkan dengan adanya penyelesaian pembangunan beberapa gedung perkantoran di Jakarta. Berdasarkan catatan secara menyeluruh, bahwa pada paruh I tahun 2016 ini, perekonomian Asia-Pasifik akan mengalami pertumbuhan yang stabil, walaupun situasi eksternal secara global menunjukkan beragam rintangan yang terbilang cukup banyak. Aktivitas dari penyewaan gedung perkantoran di wilayah Asia – Pasifik ini terjadi pada sejumlah titik yakni, Tokyo pada Jepang, India, Australia, dan juga terjadi pada pasar tier 1 di negara China.

konsultan properti

Sebelumnya, terjadi peningkatan pada aktivitas para investor asing di industri properti Tanah Air, dan diprediksi akan terus mengalami peningkatan di tahun-tahun mendatang. Pada triwulan kedua tahun 2016 ini, peningkatan aktivitas pasar terstimulasi dari sejumlah aktivitas investor asing yang mengincar properti di Indonesia. Sejauh ini terdapat ketertarikan dari beberapa investor asing yang berasal dari Singapura, Hongkong, maupun Korea dan Jepang.

Comments Off on Permintaan Ruang Kantor Di Jakarta Mengalami Penurunan

Filed under Properti

Comments are closed.