Kredit Korporasi Sebagai Penopang Pertumbuhan Kredit Bank

Kredit korporasi pada tahun 2017 mendatang akan menjadi salah satu penopang dalam pertumbuhan kredit perbankan. Hal ini seiring upaya pemerintah dalam meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan juga modal kerja. Beberapa bankir meyakni bahwa kredit korporasi ini akan mengalami peningkatan yang terbilang cukup besar pada tahun 2017 mendatang. Royke Tumilaar sebagai Direktur Corporate Banking Bank Mandiri memprediksi bahwa kredit korporasi Bank Mandiri bakal berkembang sebesar 15 persen pada tahun depan.

kredit

Dengan berkembangnya berbagai proyek infrastruktur dan ditambah lagi dengan harga komoditas yang semakin membaik, dapat mendorong penyaluran kredit korporasi. Royke Tumilaar memperkirakan bahwa porsi dalam pembiayaan korporasi antara Bank Mandiri untuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara dengan swasta akan balance di tahun 2017 mendatang. Di tahun depan, Bank Mandiri akan memprioritaskan beberapa proyek infrastruktur seperti diantaranya pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan juga bandara. Pemerintah mencatat hingga semester I 2016, bahwa kredit korporasi tumbuh hingga mencapai persentase sebesar 13,7 persen menjadi Rp 206,2 triliun.

kredit

Sedangkan mengenai pengelolaan risiko kredit macet pada bidang korporasi, Royke menuturkan bahwa pihaknya yakni Bank Mandiri telah menyusun sebuah panduan, dan memiliki standar serta pemilihan debitur secara lebih spesifik. Royke mengatakan bahwa hal ini supaya terhindar dari NPL (kredit macet). Sebagai sebuah informasi, bahwa hingga Juni 2016, Bank Mandiri masih memiliki NPL kredit korporasi yang terjaga di angka 1,72 persen.

Sementara itu Jahja Setiaatmadja sebagai Direktur Utama BCA (Bank Central Asia) juga sependapat dengan Royke, dan meyakini bahwa di tahun 2017 mendatang akan banyak permintaan akan kredit korporasi. Akan tapi Jahja mengatakan jika hingga saat ini belum terlalu banyak pihak korporasi yang memohon tambahan kredit untuk tahun 2017 mendatang. Sehingga terbilang cukup sulit untuk diperkirakan dari waktu sekarang.

kredit korporasi

Jahja berpendapat jika kredit korporasi Bank Central Asia akan mengalami pertumbuhan di tahun 2017 mendatang sebesar 6 persen hingga 10 persen. Sebagai catatan, bahwa hingga bulan Juni 2016 lalu, kredit korporasi Bank Central Asia tumbuh sekitar 19,64 persen menjadi Rp 135,4 triliun. Adapun mengenai rasio kredit macet Bank Central Asia pada sektor ini mencapai angka 0,9 persen. Begitu pula juga dengan BNI (Bank Negara Indonesia) yang juga mengalami pertumbuhan kredit korporasi cukup tinggi pada semester I 2016. Sedangkan kredit korporasi Bank Negara Indonesia hingga bulan juni 2016, tercatat mengalami peningkatan sebesar 25,75 persen. Direktur Korporasi Bank Negara Indonesia Herry Sidharta, memperkirakan jika terdapat tiga sektor yang dapat mendongrak angka pertumbuhan kredit korporasi Bank Negara Indonesia di taun 2017 mendatang yakni di sektor perkebunan, pembangkit listrik, dan juga konstruksi.

kredit

Di sisi lain, Anita Siswadi selaku Direktur Wholesale Banking Bank Permata juga menjelaskan jika di kuartal IV 2016 suku bunga kredit, terkhusus korporasi akan mengalami penurunan sekitar 25 bps (basis poin). Sebagai catatan, jika hingga bulan Agustus 2016 lalu, Bank Permata mencatat bahwa suku bunga kredit korporasi sebesar 11,25 persen setiap tahunnya.

Comments Off on Kredit Korporasi Sebagai Penopang Pertumbuhan Kredit Bank

Filed under Keuangan

Comments are closed.