Category Archives: Keuangan

Hingga Bulan September, Simas Jiwa Meraup Return Sebesar 9,42%

Sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa, kini berbondong-bondong menorehkan kinerja terbaiknya. Salah satunya yakni PT Asuransi Simas Jiwa yang hampir saja membukukan return investasi double digit. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa, I.J. Soegeng Wibowo menuturkan bahwa selain cekatan dalam membukukan premi, pihaknya juga ofensif dalam menghasilkan return of investment (imbal hasil investasi). Hingga akhir bulan lalu, yakni September 2016, tercatat Simas Jiwa mencetak imbal hasil sebesar 9,42 persen secara ytd (year to date). Imbal hasil ini menukik tajam keatas jika dibandingkan pada periode sebelumnya di tahun yang sama, yakni sebesar 1,72 persen.

asuransi jiwa

Hal ini dinilai wajar lantaran PT Asuransi Jiwa baru saja berdiri pada tanggal 6 Oktober 2015, dimana sebelumnya dikenal sebagai nama PT Asuransi Jiwa Mega Life. Soegeng menambahkan bahwa pihaknya berharap imbal hasil investasi ini dapat bertahan, dan pada akhir tahun 2016 nanti dapat mencapai angka 10 persen.

Adapun letak dari kesuksesan PT Asuransi Jiwa dalam mencetak return of investment sebesar 9,42 persen tersebut, yakni pemilihan dalam instrumen investasi yang sangat tepat. Berdasarkan dengan prinsip dan karakter produk dari Simas Jiwa, yang dimana lebih memperbanyak unitlink penghasilan yang tetap, sehingga strategi investasi yang diterapkan oleh Simas Jiwa adalah dengan mengalokasikan secara minimum antara angka 80 persen hingga 85 persen pada instrumen surat utang, baik itu surat utang korporasi, maupun juga SUN (Surat Utang Negara). Adapun komposisi aset dasar utang tersebut, yakni SUN lebih kecil dibandingkan dengan surat utang korporasi, dan sisanya ditanamkan pada instrumen pada saham.

return of investment

Simas Jiwa telah memenuhi ketetapan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengenai pemenuhan minimum Surat Utang Negara sebesar 20 persen sampai akhir tahun ini, lantaran kepemilikan investasi pihaknya lebih banyak pada instrumen surat utang. Hingga kini, kepemilikan Surat Utang Negara milik Simas Jiwa telah mencapai angka 30 persen. Dimana hal ini menunjukkan bahwa Simas Jiwa telah memenuhi ketetapan wajib minimum Surat Utang Negara pada tahun 2017 mendatang.

grafik

Soegeng menambahkan jika salah satu strategi Simas Jiwa dalam memenuhi target premi di akhir tahun 2016 ini yakni sebesar Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun adalah pergerakan pasif terkait kerja sama dengan sejumlah mitra perbankan. Sehingga, dengan bekerja sama dengan sejumlah bank, maka akan ada peluang Simas Jiwa untuk mengeluarkan berbagai produk terbaru.

perbankan

PT Asuransi Jiwa juga akan menambah jalur bancassurance. Dimana jalur tersebut hingga kini masih menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan bagi sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi. Direktur PT Asuransi Simas Jiwa, Lucky Siahaan menjelaskan jika pihaknya saat ini tengah menargetkan 3 bank sebagai mitra bancassurance hingga akhir tahun 2016 ini. Namun, pihaknya belum bersedia untuk merinci mengenai identitas calon mitra tersebut. Pihaknya hanya mengatakan jika dua dari tiga bank yang akan menjadi mitra bancassurance adalah bank asing. Sedangkan satu bank nantinya merupakan perbankan dalam negeri.

 

Comments Off on Hingga Bulan September, Simas Jiwa Meraup Return Sebesar 9,42%

Filed under Keuangan

Kredit Korporasi Sebagai Penopang Pertumbuhan Kredit Bank

Kredit korporasi pada tahun 2017 mendatang akan menjadi salah satu penopang dalam pertumbuhan kredit perbankan. Hal ini seiring upaya pemerintah dalam meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan juga modal kerja. Beberapa bankir meyakni bahwa kredit korporasi ini akan mengalami peningkatan yang terbilang cukup besar pada tahun 2017 mendatang. Royke Tumilaar sebagai Direktur Corporate Banking Bank Mandiri memprediksi bahwa kredit korporasi Bank Mandiri bakal berkembang sebesar 15 persen pada tahun depan.

kredit

Dengan berkembangnya berbagai proyek infrastruktur dan ditambah lagi dengan harga komoditas yang semakin membaik, dapat mendorong penyaluran kredit korporasi. Royke Tumilaar memperkirakan bahwa porsi dalam pembiayaan korporasi antara Bank Mandiri untuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara dengan swasta akan balance di tahun 2017 mendatang. Di tahun depan, Bank Mandiri akan memprioritaskan beberapa proyek infrastruktur seperti diantaranya pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan juga bandara. Pemerintah mencatat hingga semester I 2016, bahwa kredit korporasi tumbuh hingga mencapai persentase sebesar 13,7 persen menjadi Rp 206,2 triliun.

kredit

Sedangkan mengenai pengelolaan risiko kredit macet pada bidang korporasi, Royke menuturkan bahwa pihaknya yakni Bank Mandiri telah menyusun sebuah panduan, dan memiliki standar serta pemilihan debitur secara lebih spesifik. Royke mengatakan bahwa hal ini supaya terhindar dari NPL (kredit macet). Sebagai sebuah informasi, bahwa hingga Juni 2016, Bank Mandiri masih memiliki NPL kredit korporasi yang terjaga di angka 1,72 persen.

Sementara itu Jahja Setiaatmadja sebagai Direktur Utama BCA (Bank Central Asia) juga sependapat dengan Royke, dan meyakini bahwa di tahun 2017 mendatang akan banyak permintaan akan kredit korporasi. Akan tapi Jahja mengatakan jika hingga saat ini belum terlalu banyak pihak korporasi yang memohon tambahan kredit untuk tahun 2017 mendatang. Sehingga terbilang cukup sulit untuk diperkirakan dari waktu sekarang.

kredit korporasi

Jahja berpendapat jika kredit korporasi Bank Central Asia akan mengalami pertumbuhan di tahun 2017 mendatang sebesar 6 persen hingga 10 persen. Sebagai catatan, bahwa hingga bulan Juni 2016 lalu, kredit korporasi Bank Central Asia tumbuh sekitar 19,64 persen menjadi Rp 135,4 triliun. Adapun mengenai rasio kredit macet Bank Central Asia pada sektor ini mencapai angka 0,9 persen. Begitu pula juga dengan BNI (Bank Negara Indonesia) yang juga mengalami pertumbuhan kredit korporasi cukup tinggi pada semester I 2016. Sedangkan kredit korporasi Bank Negara Indonesia hingga bulan juni 2016, tercatat mengalami peningkatan sebesar 25,75 persen. Direktur Korporasi Bank Negara Indonesia Herry Sidharta, memperkirakan jika terdapat tiga sektor yang dapat mendongrak angka pertumbuhan kredit korporasi Bank Negara Indonesia di taun 2017 mendatang yakni di sektor perkebunan, pembangkit listrik, dan juga konstruksi.

kredit

Di sisi lain, Anita Siswadi selaku Direktur Wholesale Banking Bank Permata juga menjelaskan jika di kuartal IV 2016 suku bunga kredit, terkhusus korporasi akan mengalami penurunan sekitar 25 bps (basis poin). Sebagai catatan, jika hingga bulan Agustus 2016 lalu, Bank Permata mencatat bahwa suku bunga kredit korporasi sebesar 11,25 persen setiap tahunnya.

Comments Off on Kredit Korporasi Sebagai Penopang Pertumbuhan Kredit Bank

Filed under Keuangan

OJK Merancang Berbagai Aturan Mengenai Bisnis Syariah

Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengerjakan beberapa aturan mengenai bisnis syariah, guna mempercepat pertumbuhan IKNB (Industri Keuangan Non Bank) berbasis syariah. Sejumlah sektor yang berkaitan dengan IKNB syariah akan menjadi titik fokus dalam penyusunan beberapa aturan nantinya.

ojk

Direktur IKNB Syariah OJK, Moch. Muchlasin menuturkan bahwa bidang industri keuangan berbasis syariah sejatinya sudah matang untuk dikembangkan. Namun, pihak Otoritas Jasa Keuangan berpendapat bahwa dalam menfasilitasinya diperlukan beberapa aturan. Salah satu aturan yang telah siap dan segera diluncurkan adalah di sektor dapen (dana pensiun) syariah.

Adapun kebijaksanaan tersebut yakni diantaranya pihak dapen diperbolehkan untuk mengadakan program pensiun yang berdasarkan dengan prinsip syariah melalui empat cara. Pertama yakni konversi yang sebelumnya adalah dapen, menjadi dana pensiun syariah. Kedua, dibentuknya unit syariah di bidang DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja). Sedangkan ketiga yakni dapen syariah didirikan secara langsung. Terakhir, yakni keempat, penjualan paket penanaman modal syariah di sektor DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).

aturan

Sementara itu sektor lain yang juga tengah digarap oleh Otoritas Jasa Keuangan adalah pegadaian syariah. Muchlasin menambahkan bahwa Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai industri tersebut tak serta merta dipisahkan dari peraturan pegadaian secara umum, yang dimana saat ini juga tengah dipersiapkan. Menurut Muchlasin, tiga paket kebijakan OJK yang berkaitan dengan usaha gadai, saat ini tengah dibahas oleh regulator. Dimana dalam ketiga paket tersebut juga turut mengatur persoalan jasa gadai syariah. Ia berharap bahwa nanti jika peraturan telah resmi dikeluarkan, PT Pegadaian dapat dengan segera menyapih segala unit syariahnya yang telah berjalan hingga kini.

dana pensiun

Otoritas Jasa Keuangan juga fokus pada aturan yang berkaitan dengan revisi aturan main industri penjaminan syariah. Muchlasin menjelaskan bahwa aturan tersebut berdasarkan hukum syariah yang sebelumnya sudah tersedia. Tetapi aturan yang telah ada tersebut harus diatur kembali dengan menyesuaikan akan UU penjaminan yang telah terbit pada beberapa waktu lalu. Termasuk juga megnenai fit dan proper hingga ke dewan pengawas syariah. Dalam menyusun aturan tersebut juga akan menyesuaikan dengan perkembangan industri saat ini. Sedangkan mengenai aturan beberapa industri lain seperti pembiayaan syariah dan asuransi, saat ini belum ada aturan baru yang harus diluncurkan.

bisnis

Disisi lain, persoalan bisnis pembiayaan syariah terasa sangat menggeliat. Ini terbukti dengan angka akan pertumbuhan laba yang telah diterima langsung oleh para pelaku pengusaha. Berdasarkan catatan data dari OJK, bahwa hingga bulan Juli 2016, industri pembiayaan syariah telah mengantongi keuntungan mencapai angka Rp 693 miliar. Angka juga menunjukkan bahwa pada periode serupa di tahun yang lalu, meningkat sebesar 128 persen, yakni sebesar Rp 304 miliar. Lonjakan angka yang begitu drastis tersebut juga seiring dengan kenaikan pendapatan yang mencapai angka 42,4 persen yoy (year on year).

Comments Off on OJK Merancang Berbagai Aturan Mengenai Bisnis Syariah

Filed under Keuangan