Category Archives: Energi

Petronas Konsisten Kembangkan Bisnis Di Indonesia

Pertengahan tahun ini, Perusahaan migas asal Malaysia, Petronas baru saja memiliki Country Chairman yang baru. Menurut sumber Properti Dijual EVGENERGY kini posisi tersebut dipegang oleh Mohamad Zaini Md Noor. Dimana sebelum menjabat sebagai Country Chairman Petronas Indonesia, Zaini terlebih dahulu menempati posisi sebagai General Manager, Petroleum Engineering Division, International Resource Management di Kuala Lumpur, Malaysia. Tak hanya pernah menjabat di ketiga posisi tersebut, tetapi Zaini juga memiliki pengalaman bekerja di sejumlah negara di dunia, seperti Sudan dan Turkmenistan.

perusahaan petronas

Zaini yang kini menjadi orang nomor satu di perusahaan migas asal Malaysia yang bertempat di Indonesia ini mengatakan bahwa Petronas memiliki komitmen untuk melanjutkan kegiatan investasi di Tanah Air. Salah satu komitmen investasinya yakni bekerja sama dengan Perusahaan Minyak Nasional (Pertamina) dalam memanfaatkan migas di sektor hulu hingga hilir. Kedua perusahaan migas tersebut bahkan telah menyepakati dan menandatangani Memorandum of Corporation (Nota Perjanjian Kerja Sama) pada bulan Juli 2016 lalu.

Tak hanya itu saja, Zaini menambahkan bahwa pihaknya akan berusaha keras untuk memenuhi target produksi minyak dan gas sesuai dengan yang telah ditentukan oleh pihak pemerintah Indonesia. Pihaknya selaku operator dari Kepondang dan Bukit Tua yang merupakan dua lapangan produksi, merasa senang terhadap apa yang telah dicapai hingga kini. Tentu, pihaknya juga akan terus berharap supaya apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, dapat tercapai dan terpenuhi sesuai target.

Petronas Kembangkan Sembilan Blok Minyak dan Gas

petronas

Salah satu perusahaan minyak dan gas yang hingga kini masih melihat potensi migas yang dimiliki oleh Indonesia yakni Petronas Indonesia. Perusahaan minyak dan gas asal Negeri Jiran Malaysia ini akan terus berkomitmen untuk terus mengembangkan migas dan berinvestasi di Indonesia. Mohamad Zaini Md Noor yang kini menjabat sebagai Country Chairman Petronas Indonesia menegaskan jika pihaknya akan terus melakukan investasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk salah satunya di Indonesia. Namun pihaknya lebih memprioritaskan untuk mengembangkan potensi migas yang dimiliki Tanah Air.

Hingga kini, Petronas telah memiliki sembilan kontrak bagi hasil, sekaligus menjadi operator empat blok minyak dan gas di Indonesia. Dari empat blok migas tersebut, dua diantaranya telah menghasilkan migas, yakni di Blok Ketapang dengan hasil minyak sebesar 18.000 bph (barel per hari), dan Lapangan Kepodang di Blok Muriah yang menghasilkan gas sebanyak 85 mmscfd.

Pengeboran Dua Sumur di Lapangan Kepondang

pengeboran

Demi dapat mengembangkan blok migas di Lapangan Kepondang, Petronas berencana untuk melakukan pengeboran dua sumur sekaligus. Adapun pengeboran pertama akan dilakukan pada bulan Desember 2016 ini, sedangkan satu sumur lagi akan dikerjakan di tahun depan. Petronas menargetkan dari hasil dua pengeboran tersebut dapat menghasilkan 115 hingga 120 mmscfd.

Comments Off on Petronas Konsisten Kembangkan Bisnis Di Indonesia

Filed under Energi

Menko Kemaritiman Klaim Bahwa Blok Masela Segera Rampung

Pemerintah terus berupaya untuk mematangkan beragam rencana dalam pengelolaan Blok Masela. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan menuturkan bahwa rencana dalam penyusunan pengelolaan blok gas dan minyak (migas) di Blok Masela yang diklaim sebagai blok migas terbesar seluruh dunia ini, kini sudah segera rampung. Salah satu pengelolaan tersebut yakni berkaitan dengan pembagian kewajiban dan tanggung jawab antara Pemerintah Indonesia dengan Shell Upstream Overseas Services dan PT Inpex Masela Limited. Tugas tersebut juga sudah disampaikan langsung ke Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Namun Luhut belum menjelaskan seperti apa pengelolaannya. Ia mengatakan bahwa nanti akan ada waktu resmi untuk menyampaikan rencana pengelolaan, tentunya setelah finalisasi.

luhut pandjaitan

Blok Masela ini sendiri adalah ladang migas (minyak dan gas) abadi yang saat ini sepenuhnya milik Tanah Air. Di prediksi bahwa cadangan migasnya mencapai angka 10,73 triliun kaki kubik. Proses pengelolaan blok Masela saat ini di pegang oleh dua perusahaan, yakni PT Inpex Masela Limited dengan memegang saham sebanyak 65 persen, dan saham sisanya, yaitu 35 persen di pegang oleh Shell Upstream Overseas Services Limited.

blok masela

Adapun kesepakatan kerjasama dengan kedua investor tersebut yakni akan berakhir di tahun 2028 mendatang, yang telah ditandatangani sejak tahun 1998 silam. Di tahun 2010 lalu, Pemerintah yang masih dibawah kendali Bapak Susilo Bambang Yudhoyono memberikan persetujuan untuk kedua investor tersebut guna mengembangkan Blok Masela di laut. Namun di era Pemerintahan Bapak Joko Widodo mengubah dalam pengembangan blok tersebut, yakni Jokowi lebih menginginkan agar pengembangan Blok Masela dilakukan di darat ketimbang di laut. Keputusan tersebut dinilai sangat baik, lantaran pemerintah berkeinginan agar pengembangan blok tersebut dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sehingga akan tumbuh roda perekonomian bagi masyarakat sekitar Blok Masela.

migas

Dengan perubahan yang terjadi, membuat kedua investor juga merubah rencana mereka dalam pengembangan blok terbesar di dunia tersebut. Dalam rencana perubahan pengembangan tersebut, PT Pertamina menginginkan supaya dapat dimasukkan dalam salah satu pihak yang memegang saham dan juga dalam mengelola Blok Masela. Adapun keinginan Pertamina tersebut lantaran mereka melihat bahwa blok migas tersebut memiliki potensi yang terbilang besar.

pemerintah

Luhut menambahkan supaya pembahasan mengenai skema dalam pengembangan blok migas terbesar di dunia tersebut cepat selesai, Pemerintah dan juga para investor harus segera dan mempercepat pembahasan dalam pengembangan Blok Masela. Ia mengutarakan sebaiknya setiap tiga minggu sekali, diharapkan ada pertemuan, supaya selesai dengan cepat. Pemerintah pun kini juga tengah meminta kepada investor yang berkaitan agar dengan segera merampungkan PoD atau perubahan rencana pengembangan. Luhut menjelaskan jika nantinya Inpex dengan Shell akan membicarakan hal tersebut bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Comments Off on Menko Kemaritiman Klaim Bahwa Blok Masela Segera Rampung

Filed under Energi

Anak Perusahaan PGN Klaim Temukan Cadangan Migas Baru

Anak usaha dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), yakni PT Saka Energi Indonesia, telah berhasil menemukan cadangan migas baru. Hingga detik ini, total produksi dari Saka Energi mencapai angka 28.000 hingga 30.000 boepd atau barrel of oil equivalent per day). Tumbur Parlindungan yang kini menjabat sebagai Chief Operation and Commercial Officer Saka Energi mengatakan bahwa di Blok Pangkah, Jawa Timur telah ditemukan cadangan migas. Rencananya pada hari Kamis tanggal 29 September 2016, pihak kami akan mengadakan pernyataan akan hal tersebut (press conference).

PT Saka Energi Indonesia

Akan tetapi, pihaknya menolak untuk mengatakan berapa besar jumlah dari cadangan migas baru yang telah ditemukan di Blok Pangkah, Jawa Timur ini. Selain itu, pihaknya juga tidak bersedia untuk menuturkan mengenai rencana dalam penyusunan PoD (plan of development). Tumbur mengatakan bahwa tunggu saja pada hari Kamis minggu ini, mengenai pernyataan dari Kepala SKK Migas, dan tanyakan kepada pihak SKK Migas.

Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM, Tunggal menjelaskan bahwa hingga saat ini belum menerima laporan secara resmi dari Saka Energi mengenai penemuan tempat cadangan minyak baru tersebut. Pihaknya juga tidak mengetahui apakah penemuan cadangan baru tersebut merupakan yang berasak dari struktur baru, atau melainkan pengembangan dari beberapa struktur yang sudah ada sebelumnya. Lantaran Blok Pangah merupakan blok minyak yang telah berproduksi. Namun ternyata, penemuan migas tersebut berasal dari proses pemboran sumur eksplorasi Sedayu 3 dan juga Sedayu 4. Dimana kedua Sedayu tersebut adalah kelajutan dari Sumur Sedayu 1 di Blok Pangah, yang telah beroperasi sejak tahun 2011.

Blok Pangah

Sementara itu, Muliawan selaku Deputi Pengendali Operasional SKK Migas mengatakan bahwa telah terbukti ditemukan cadangan minyak di sumur eksplorasi Sidayu-4 K3S Saka. Pembuktian ini berdasarkan hasil dari DST (drill stem test) disekitar angka 2.500 boepd (barrels of oil per day).

Berdasarkan catatan, bahwa Saka Energi sudah menargetkan untuk segera mengajukan POD (plan of development) dua blok, yakni Blok South Sesulu di Kalimantan Timur dan Blok Pangkah di Jawa Timur dalam jangka waktu dua tahun mendatang. Namun pengajuan tersebut berlandaskan jika aktifitas dalam pengeboran satu sumur di kedua sumur tersebut pada tahun ini dikatakan berhasil dalam menemukan cadangan minyak baru.

Migas Baru

Pada saat ini, Saka Energi telah mencatatkan bahwa produksi minyak mencapai angka 28.000-30.000 boepd (barrel of oil equivalent per day). Adapun produksi minyak tersebut berasal dari dua, yakni paling besar hingga mencapai 160 – 190 million standard cubic feet per day (mmscfd), dimana angka tersebut bersumber dari lapangan gas Fasken yang terletak di negara kedua terbesar di Amerika Serikat, yakni Texas. Sedangkan sisanya bersumber dari Blok South East Sumatera dan Blok Pangkah Madura, Jawa Timur.

Comments Off on Anak Perusahaan PGN Klaim Temukan Cadangan Migas Baru

Filed under Energi